Indonesia Terapkan Rekayasa Cuaca; Hercules Tabur Garam di Awan Selat Sunda

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dijalankan untuk merekayasa cuaca di langit Jakarta. Sebuah pesawat Hercules hari ini mengudara dengan membawa 14 ton garam yang akan disemai di langit.

Pantauan detikcom di Base Ops Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pukul 13.30 WIB, Sabtu (26/1/2013), sebuah pesawat Hercules melakukan loading sebanyak 14 ton garam. Awak pesawat TNI ini hendak menabur garam di atas Selat Sunda hingga Pelabuhan Ratu.

Sekitar 10 anggota TNI AU mengangkat karung-karung garam yang berat satu karungnya sekitar 20 kg. Ada sedikitnya 743 karung garam yang diangkut ke dalam pesawat besar dengan empat mesin propeler tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai penerapan pengendalian hujan perdana di untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain pesawat Hercules ada juga tiga unit pesawat Cassa 212-200 dari BNPB berwarna putih, TNI AU berwarna abu-abu, dan TNI AD berwarna loreng hijau tua.

Namun tiga pesawat Cassa ini harus melakukan proses modifikasi terdahulu di bagian ekornya. Modifikasi yang dilakukan adalah membuat corong pembuangan garam-garam yang diyakini senyawa NHCL dari garam mampu memanipulasi awan hujan.

Pesawat Hercules yang mengudara selama tiga jam ke depan ini akan menembus awan-awan, khususnya awan cumulonimbus yang mampu menghasilkan hujan lebat. Saat melalui awan tersebut pesawat Hercules akan menyemai garam, sehingga terjadi hujan sebelum awan begitu besar dan mencurahkan hujan di atas daerah aliran sungai seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, dan lain sebagainya.

Upaya ini dilakukan berdasarkan kerja sama antara BNPB, BPPT, dan TNI AU dari surat permintaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada tanggal 17 Januari 2013.
Sementara Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto menerangkan teknologi ini sudah ada sejak 2006 dan digunakan ketika musim kemarau membuat waduk kering.

“Kemen PU dengan BPPT sudah bertahun-tahun bekerja sama. Khususnya musim kemarau waduk kering dan irigasi terganggu. Kami sudah melakukan ini dengan teknologi yang sangat dikuasai dari BPPT,” ujar Joko.

Joko menambahkan teknologi ini bisa digunakan di musim hujan dan musim kemarau untuk kebutuhan rakyat Indonesia. “Kalau PU menginginkan waduk ada, hujan saat kemarau. Pada saat musim hujan, ini kita mau mendistribusikan hujan yang jatuh di DKI,” ujar Joko.

Sebelumnya, BNPB mendapati surat dari Jokowi pada tanggal 17 Januari 2013 yang berisi permintaan rekayasa cuaca di langit Jakarta untuk meminimalisir penyebab banjir. BNPB langsung menindaklanjuti dengan menggunakan pesawat Hercules dan Cassa menebar garam di dalam dan atas awan untuk proses rekayasa cuaca tersebut.

 

Sumber: detik.com

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s