Asal-Usul Penyebutan “Soft Drink”

Minuman ringan atau lebih akrab disebut “soft drink” biasanya menyasar kepada produk-produk minuman berkarbonasi. Contoh merk dagang yang kita kenal misalnya Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan lainnya.
Stok Andre Cutajar
Istilah “soft drink” sebenarnya berawal dari penyebutan di negara barat untuk membedakan dengan minuman beralkohol. Istilah tersebut menjadi populer berkat kampanya iklan minuman berkarbonasi.

Di Amerika, minuman berkarbonat (soda) mempunyai banyak nama seperti pop, soda, coke, dan fizzy drink. Nah, pihak periklanan sempat bingung mencari nama yang spesifik dan enak didengar telinga. Hingga akhirnya muncullah istilah “soft drink” atau minuman ringan. Sayang, tidak diketahui siapa yang pertama kali mencetuskan ide tersebut.

Uniknya, di negara seperti Irlandia, mineral water – air mineral juga diklasifikasikan sebagai minuman ringan.

Pada suatu studi di tahun 2006, di negara barat ditemukan mayoritas “soft drink” ternyata mengandung alkohol. Serupa dengan bir, yang juga memiliki kadar alkohol dalam jumlah sangat kecil.

Belakangan, maraknya penelitian soal pengaruh minuman berkarbonat dengan glukosa maka terciptalah minuma ringan yang memakai nama “diet coke”. Sementara untuk menyasar negara-negara mayoritas muslim, pengetatan produk “soft drink” non alkohol juga dilakukan.

Di Indonesia sendiri, minuman ringan tidak hanya mengartikan jenis minuman berkarbonat. Produk minuman seperti teh instan dalam botol juga masuk dalam kategori minuman ringan.

Sumber:
Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s